Dear friends,
Sebelumnya saya ingin menjelaskan, INI BUKANLAH SURAT BERANTAI! Anjing anda tidak akan mati, kucing anda tidak akan mandul, rumah tangga anda tidak akan berantakan, dan anda tidak akan ditimpa kesialan selama tujuh tahun bila anda tidak mem-forward surat ini pada 10 orang teman dalam waktu 10 menit.
In fact, tulisan ini hanya dari saya untuk anda. Anda sama sekali tidak perlu mem-forward-nya pada siapapun. Saya menuliskan surat ini kepada anda karena saya ingin sharing sesuatu yang ada di pikiran saya beberapa hari belakangan ini, pemikiran yang telah sekian hari bergejolak dalam hati dan mencari channel untuk keluar.
Sudah hampir seminggu sejak pemerintah RI mengumumkan kenaikan harga BBM. Dampak utama yang saya rasakan adalah begitu banyaknya aura negatif di sekitar saya. Televisi didominasi oleh berita-berita mengenai aksi demo - yang sering disertai kekerasan - atau aksi mogok. Pembicaraan di sekitar saya dipenuhi dengan keluhan, gerutu, dan bahkan kemarahan atau rasa frustrasi akibat desakan kebutuhan.
Saya merasa sedih dan prihatin dengan banyaknya negativitas ini. Suasana kerja menjadi tidak nyaman. Suasana hati terpengaruh. Bagaimana tidak? Saya naik lift ke kantor, pembicaraan dalam lift berkisar seputar keluhan. Saya makan siang, udara dipenuhi keluhan dan kemarahan. Keluhan dan rasa frustrasi yang memenuhi udara yang saya hirup ini menjadi seperti bola besi yang mengikat. Saya jadi butuh waktu ekstra untuk menarik nafas, mengembalikan fokus dan melepaskan bola besi itu, agar bisa tetap bekerja dan memberikan yang terbaik pada perusahaan saya - perusahaan yang telah memenuhi kewajibannya yaitu menggaji saya.
Dari semua keluhan yang masuk ke telinga saya, satu yang paling membuat saya down adalah ketika mendengar ada orang yang mengeluhkan kenapa perusahaannya tidak menaikkan uang transport, uang makan, atau bahkan gaji. Maaf, mungkin memang saya yang bebal. Tapi, mengeluhkan kenapa perusahaan tidak menaikkan gaji dan tunjangan adalah sesuatu yang dari dulu tidak pernah saya bisa pahami. It just doesn’t compute in my brain!!! Apalagi bila ada orang yang berkata, "Kamu enak, gajinya gede, gak masalah harga naik". Kadang ungkapan semacam ini disampaikan dengan nada yang pedasnya mengalahkan cabe rawit atau tamparan sendal jepit di pipi, sampai-sampai (kalau saya juga sedang low in mood) saya berpikir, "Apakah dosa kalau saya diberi karunia posisi ini dengan gaji seperti ini? Apakah ini aib? Apakah dengan pendapatan seperti ini saya telah mengambil hak dan karunia orang lain?". I don’t know…
Sejak pertama kali bekerja sebagai penerjemah saat saya masih duduk di bangku universitas, saya selalu merasa bahwa pekerjaan adalah pilihan. SAYA yang memilih pekerjaan, bukan pekerjaan memilih saya. Saya memutuskan untuk MEMILIH menerima pekerjaan itu. Saya selalu merasa, bila pekerjaan itu tidak sesuai, atau saya tidak mampu melakukannya, atau bayarannya terlalu rendah dari standard saya, maka saya memilih untuk menolaknya - dengan konsekuensi saya tidak dapat uang sama sekali, tentunya.
Saya tidak tahu dari mana saya mendapat pola pikir seperti ini. Yang jelas, saya bersyukur, karena hal ini sangat membantu saya dengan mengurangi keluhan dalam hidup saya dan membuat saya bersyukur atas karunia yang saya dapat dari Tuhan. Sekecil apapun karunia itu, karunia tetaplah karunia (saya biasa menganalogikan ini dengan berlian. Sekecil apapun berlian, ia tetaplah berlian). Yang saya tahu, Tuhan adalah yang Maha Tahu, Tuhan tahu apa yang LAYAK bagi saya. Saya percaya, Tuhan lebih tahu diri saya daripada saya mengetahui diri saya sendiri. Tuhan akan memberikan apa yang layak saya terima, bukan selalu apa yang saya mau. Karenanya, kalau saya berusaha menjadi lebih baik, itu adalah upaya saya melayakkan diri saya dihadapanNya.
Kembali ke kondisi naiknya BBM dan harga. Terlepas dari apakah pemerintah telah mengambil keputusan yang benar satau salah dengan menaikkan harga BBM (I mean, who AM I to judge the government. I have no competencies or authority to do that), kondisi itu sudah terjadi. Apa yang bisa kita lakukan untuk menurunkan harga BBM? Apa yang bisa kita lakukan untuk menurunkan tarif dan harga kebutuhan pokok? Bila anda merasa anda punya cara untuk melakukan itu, lakukanlah.
Bila anda merasa seperti saya, bahwa saya tidak bisa menurunkan harga BBM dan harga kebutuhan pokok, masih ada yang bisa kita lakukan. Kalau kita tidak bisa merubah situasi, kita bisa merubah pola pikir kita dan tindakan kita menyikapi situasi itu. Menurut saya, mengeluh, marah, frustrasi dan menyalahkan pihak lain (perusahaan, pemerintah, dll) tidak akan menambah jumlah uang di rekening kita. Itu malahan membuat kita semakin tidak layak menerima karunia Tuhan.
Apa yang bisa kita lakukan? Ada beberapa yang terlintas di pikiran saya. Oh ya, bila anda sudah punya penghasilan yang membuat anda tidak perlu mengganti gaya hidup anda, anda tidak perlu terus membaca tulisan ini… Tapi permintaan saya, bantulah orang-orang di sekitar anda untuk bisa menjadi seperti anda, yang tidak terpengaruh oleh situasi. Please…anda sudah diberi karunia, masih banyak saudara kita yang belum bisa melihat dan mendapat karunia itu…bantulah saudara-saudara kita
- JAGA PIKIRAN TETAP POSITIF dengan cara tetap bersyukur atas apa yang sudah kita terima, seberapapun kecilnya. Pikiran positif akan membuat kita bahagia. Bila kita bahagia, otak kita bekerja lebih baik dan lebih kreatif. Bila kita bahagia, segala sesuatu akan lebih mudah dijalani. Just remember, HAPPINESS IS A STATE OF MIND - AND AN OPTION. Selain itu, kita juga tahu kan bahwa pikiran kita adalah magnet? Semakin banyak kita memikirkan sesuatu, semakin kita menarik sesuatu itu pada diri kita, dan semakin kuat konspirasi semesta untuk menjadikan hal itu dalam kehidupan kita. Semakin kita memikirkan kesulitan, semakin sulitlah kehidupan kita. Semakin kita memikirkan kebahagiaan, semakin bahagia kita. It’s your choice, bro and sista!!
- BUAT PRIORITAS KEBUTUHAN. Buat daftar apa saja pengeluaran anda setiap bulannya. Taruh kewajiban-kewajiban yang HARUS anda penuhi setiap bulannya di urutan teratas (cicilan rumah, sekolah anak, makan, dll), semakin ke bawah semakin tidak penting (only nice to have). Fokuskan income anda pada urutan teratas dalam daftar.
- KURANGI (ATAU HENTIKAN) HAL-HAL YANG "NICE TO HAVE". Mungkin Gucci sedang sale, atau Polo sedang promo. Tapi, lihat lagi lemari baju dan lemari sepatu anda. DO YOU REALLY NEED another shirt or another pair of shoes? To put it simply: Will you die or suffer or starved if you don’t wear new shoes or new clothes? Kalau jawabannya TIDAK, ya gak usah aja…..
- CARI ALTERNATIF UNTUK KEBUTUHAN ANDA. Maksudnya, apakah anda harus minum Venti Cafe Latte-nya Starbucks atau Grosso Cappuccinno-nya Brew & Co setiap hari? Will you die without those gourmet coffee? Apakah anda harus makan steak atau burger setiap hari? Rasanya tidak. Kalaupun anda masih memerlukan kafein, carilah sumber asupan kafein lainnya. Kalau anda biasa menghabiskan Rp. 30ribu untuk makan siang, cari alternatif lain yang lebih rendah harganya. (Just a note: Tahukan anda bahwa British Airways bisa menghemat $40ribu setahun di tahun 1987 hanya dengan mengurangi SEBUTIR zaitun dari tiap porsi salad yang disajikannya?)
- CARI HOBBY YANG MENGHASILKAN UANG. Cukuplah menghabiskan waktu duduk di depan TV atau nonton DVD. Eksplorasi hobby anda. Apa yang anda suka? Musik? Berlatihlah lebih serius, anda bisa jadi penyanyi band di weekend. Anda bertangan dingin di kebun? So, selain tetap memperindah kebun di depan rumah anda, bagaimana kalau anda coba menanam sesuatu yang bisa untuk dimasak di dapur atau dijual. Anda suka berbicara di depan umum? Bangun koneksi, jadilah dosen atau trainer. Kalau suka masak, usaha catering untuk snack box sebagai awal adalah ide yang patut dicoba kan? Disini saya sebut HOBBY, bukan pekerjaan lain. Karena, sesuatu yang dikerjakan dengan hati dan cinta akan lebih menyenangkan dan lebih membuahkan hasil.
Teman,
Jalan itu masih banyak cabangnya. Tinggal mau tidaknya kita menjalaninya. Tapi sekali lagi saya ingin mengajak anda semua berpikir, keluhan, gerutu, menyalahkan, dan iri pada orang yang lebih mampu tidak akan membawa damai sejahtera dalam hati kita. Tanpa adanya damai dalam hati, kita tidak akan layak mendapatkan karunia yang lebih besar.
God Bless You All, my friends.
PS. Saya tidak bermaksud menggurui anda atau siapa pun. Please keep this for yourself. Do not forward it to anyone. Bila anda merasa ada orang di sekitar anda yang bisa mengambil manfaat dari topik di atas, bantulah mereka dengan bahasa anda. Biarlah mereka merasa bahwa anda-lah yang membantu mereka. Dampaknya akan lebih berarti bila mereka mendengar encouragement dari orang yang mereka kenal, bukan dari stranger seperti saya.